DEMAK – Angka kemiskinan di Kabupaten Demak pada 2025 tercatat turun menjadi 10,87 persen dari sebelumnya 11,89 persen. Penurunan sebesar 1,02 persen ini setara dengan sekitar 11 ribu jiwa yang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Bupati Demak, Eisti’anah, mengapresiasi kinerja perangkat daerah, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), dan seluruh pemangku kepentingan atas sinergi yang terbangun. Ia menekankan pentingnya kolaborasi tanpa ego sektoral agar tren penurunan terus berlanjut.
Kepala Bapperida Demak, Misbahatun Niamah, menyebut laju penurunan kemiskinan Demak tergolong baik dan melampaui capaian nasional, meski masih sedikit di bawah rata-rata Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, jika penurunan sekitar satu persen per tahun dapat dipertahankan, target RPJMD akan tercapai.
Meski demikian, secara persentase angka kemiskinan masih berada di kisaran dua digit karena baseline awal yang cukup tinggi. Pemerintah daerah optimistis tren positif ini dapat terus dipertahankan melalui penguatan program pengentasan kemiskinan yang terintegrasi.(*)






