Demak, JatengDay.com _Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata mengajak masyarakat untuk menghidupkan tradisi ngaji posonan di bulan Ramadhan. Ia berharap pondok pesantren sebagai pusat penguatan spiritual menjelang bulan suci Ramadan 1447 H. Zayin menekankan pentingnya melestarikan kembali tradisi intelektual santri. Ngaji Posonan sebuah metode pengajian kitab kuning secara intensif dan maraton di bawah bimbingan kiai hingga khatam.
Tradisi ngaji posonan yang sudah berjalan ratusan tahun di Nusantara tak hanya menjadi “pola unik pendidikan” praktis untuk memberikan pemahaman lebih kepada santri terkait literatur kitab kuning, namun lebih dari itu juga merupakan laku tabarrukan dan nyadong berkah lewat face to face dengan poro kyai. Terkandung di dalamnya juga proses khataman hingga ijazahan
Menurut Zayin, tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana memperdalam ilmu agama di tengah atmosfer religius pesantren yang hidup 24 jam penuh. Tidak hanya untuk santri mukim, masyarakat luas juga diajak bergabung. ”Ngaji posonan mengajarkan kita nilai egaliter bahwa semua manusia sama di mata Tuhan, yang membedakan hanyalah ketakwaannya,” ujar Zayin yang juga menjabat Ketua DPC PKB Demak di Pendopo Rumah Dinas DPRD Demak, Rabu (4/2/2026)
Zayin berharap Ramadan tahun ini menjadi titik balik kebangkitan tradisi keilmuan pesantren sekaligus penguatan karakter religius masyarakat Demak. Warga diajak untuk kembali meramaikan ekosistem pesantren demi meraih keberkahan Ramadan yang lebih mendalam di tahun ini






